Kamis, 19 Januari 2012

Kisah Yang Mengharukan, Seorang Anak Yang Rela Menjadi Tongkat Ibu Sepanjang Hidupnya

 “Pengabdian Seorang Anak untuk Menjadi Tongkat Ibu Sepanjang Hidupnya” berikut ini.
“Hawa udara di Changchun, Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi…”
Menurut laporan “City Evening Post”, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.
Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.
Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah.
Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.
Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.
Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.
Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.
Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.
Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

Jumat, 30 Desember 2011

^_^

Malam ini tampak rembulan...
Gerimis sepi terdengar begitu resah
Seresah hati ku saat ini,,,
hanya titisan hujan mengingatkanku pada bening matamu...

Kasih...agar kau tahu
Sebagaimana aku merindukanmu,,,
Yang aku harap datang untuk menyentuhhatiku
Dan aku ingin kau tahu...
Maafkan daku
Jika aku tak sengaja menyakiti hatimu
Sejujurnya kukatakan indah dirimu membayangi langkahku
dan,,aku ingin angin membelai jiwamu...
Agar semua jadi indah

Seindah rembulan di atas sana...

SAAT AQ MENANTIMU DISINI...

Kamis, 29 Desember 2011

SeBuAh PeNaNtiaN

Cinta itu datangnya tiba-tiba dan tanpa kita sadari
Cinta itu dapat membuat kita bahagia
Apabila kita dapat memiliki orang yang kita cintai...
Tapi...bila cinta itu pergi...
Cinta itu akan membuat hati kita luka...
Seperti yang aku alami selama ini


          Aku menyukai orang dengan sejuta impian yang aku miliki
Tapi,aku tidak pernah tahu cinta itu akan datang ...
                                Akan datang untukku ... atau... cinta itu hanya membawa luka untukku...

                                
Engkau orang pertama yang membuat aku merasakan gelisah seperti ini ...


Tuhan...hanya padamu aku memohon 
Satukan aku dengan dia...
Karena aku tak sanggup hidup tanpa cinta...


Cinta yang selama ini aku cari hanya...DIA...

Rabu, 28 Desember 2011


" PUISI CINTA "

MENATI CINTA Q...

Butiran-butiran embun mambuat q tertegun...
Hangatnya mentari menyinari seluruh raga q
Hembusan angin merasuk di jiwa q
Hamparan rumput hijau yang membentang luas
Di situ aq menati...

Tiada gundah rasa q...
Tidak jenggah jiwa q...
Aku tidak akan beranjak
Dari hasrat q untuk menanti...

Walau kadang resah hati ini...
Walau penantianku lenyap di telan masa...
Tapi,aku tetap menanti mu...
Di hati q selalu ada bayanganmu...

puisi...

Seuntai Kertas

Di dalam seuntai ketas yang putih...
tertoreh setetes tinta
bertuliskan sebait syair
yang lirih tiada tergaris...

Entah mengapa...
seketika jari-jari lentik ini
menari di atas kertas
menuliskan syair-syair manja untukmu...

Di dalam seuntai kertas
ku tuangkan isi hatiku kepadamu
rasa cinta...serta kasih sayang padamu...

Mungkin ku tak sepandai chairil anwar
yang dikala ia menulis syairnya
seluruh dunia menatapnya...
tapi...biarlah ...

yang penting ku dapat ungkapkan isi hati q...kepadamu...
Wahai...prahara cintaku...

di kampuzz...

di kampuzz...
FotO GiLa-GiLaaN Di KeLaS >_<
Loading...

Gambar lucuu...

Gambar lucuu...

Gue...niee...

Gue...niee...
foto-foto di Taman Sudirman niee...

Follow by Email

Entri Populer

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Template by:

Free Blog Templates